Pembangunan Jaringan Serat Optik Undergroud Meningkatkan Kualitas Telekomunikasi
DOI:
https://doi.org/10.56956/rhwqvt96Keywords:
Serat Optik, Jaringan Underground, FTTH, OTDR, Fusion SplicingAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi yang cepat, stabil, dan andal. Instalasi kabel serat optik dengan metode kabel udara (aerial) pada jaringan Fiber To The Home (FTTH) masih menghadapi kendala berupa gangguan cuaca, gangguan mekanis, serta menurunnya estetika kawasan. Kondisi tersebut mendorong penggunaan metode instalasi serat optik bawah tanah (underground) sebagai alternatif yang lebih andal. Penelitian ini berfokus pada proses pembangunan jaringan serat optik underground pada proyek Ciwastra yang dilaksanakan oleh PT Telkom Akses. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tahapan pembangunan jaringan serta menganalisis kesesuaian hasil pengujian jaringan terhadap standar redaman yang diacu, yaitu Recommendation ITU-T G.652 dan ITU-T G.657 serta Standar Operasional Prosedur (SOP) internal PT Telkom Akses. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data pengukuran kuantitatif dari OTDR dan OPM. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai redaman sebesar –18 dBm, sehingga jaringan dinyatakan layak dioperasikan untuk mendukung layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi di area Ciwastra.
References
Agrawal, G. P. (2021). Fiber-optic communication systems (5th ed.). New York: Wiley-interscience.
Badan Standardisasi Nasional. (2022). Persyaratan umum instalasi kabel serat optik bawah tanah (SNI 7615-1:2022).
Himam, M. K., & Anam, S. (2026). Teknik pemilihan informan dalam penelitian kualitatif: Strategi dan implementasi. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(2), 1688-1696.
International Telecommunication Union. (2016). Characteristics of a single-mode optical fibre and cable (ITU-T Recommendation G.652). ITU. https://www.itu.int/rec/T-REC-G.652
International Telecommunication Union. (2024a). Characteristics of a bending loss insensitive single-mode optical fibre and cable (ITU-T Recommendation G.657). ITU. https://www.itu.int/rec/T-REC-G.657
International Telecommunication Union. (2024b). Characteristics of a single-mode optical fibre and cable (ITU-T Recommendation G.652). ITU. https://www.itu.int/epublications/zh/publication/itu-t-g-652-2024-08-characteristics-of-a-single-mode-optical-fibre-and-cable
PT Telkom Akses. (2023). Pedoman standar operasional prosedur (SOP) pembangunan infrastruktur serat optik. PT Telkom Akses. https://www.telkomakses.co.id
Rozzaki, R., Stefanie, A., & Purnama, J. D. A. (2024). Analisis Kualitas Jaringan Fiber Optik Dengan Menggunakan Alat Ukur Optical Time-Domain Reflectometer (Otdr) Di Sekitar Daerah Pasar Cipulir Untuk Meningkatkan Kinerja Transmisi Data. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 8(4), 5814-5819.
Subarna, D., Wisdianti, D., & Andriana, M. (2024). Pengembangan Infrastruktur Kabel Serat Optik Bawah Tanah: Sarana Jaringan Utilitas Terpadu Kota Medan. JURNAL PEMBANGUNAN KOTA MEDAN, 1(1), 35-47.
Telkom Indonesia. (2019). Panduan arsitektur jaringan Fiber to the Home (FTTH). PT Telkom Indonesia.
Wismaya, F., & Jambola, L. (2018). Analisis Kinerja Sistem Penyambungan Serat Optik Menggunakan Metoda Fusion Splicing Pada Ruas Soreang - Nanjung. TRANSISTOR Elektro dan Informatika, 3(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hadi Sophian Rusdiana, Hardiansyah Hardiansyah, Asep Wasid, Muhammad Iqbal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.






